Kunjungan Kerja Gus Menteri ke Lampung

Dilihat: 4 views

Kunjungan Kerja Gus Menteri ke Lampung

Seolah tiada libur bagi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, & Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. Bahkan kunjungan kerja di Provinsi Lampung guna memantau kemajuan implementasi dana desa dan sejumlah agenda penting lainnya, dilaksanakan saat week end, semenjak hari Jum’at, 11 September 2020 sore.

Dijemput Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim di ruang VIP bandara Raden Intan II, Lampung Selatan, Gus Menteri yang mendarat di Lampung setelah menumpang Pesawat Garuda Indonesia GA 078 pada pukul 16.55 WIB, langsung start bekerja.
_______________________________
Sosialisasikan Tujuan Pembangunan Desa

Didampingi Staf Khusus Menteri Abdul Malik Haramain, Gus Menteri langsung merapat dalam acara sekaligus sosialisi tujuan pembangunan desa ke depan, di hadapan tenaga ahli (TA) pendamping desa se-Provinsi Lampung yang digelar di hotel Novotel, Bandar Lampung pada Jumat (11/09/2020) malam.

Harapan dari disosialisasikannya arah dan tujuan pembangunan desa ini, pendamping desa bisa mengetahui dan menjawab pertanyaan ketika ditanya oleh masyarakat terkait tujuan dan arah pembangunan desa ke depan.

Ia mengatakan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan mengangkat isu SDGs desa ini menjadi isu internasional, bukan hanya isu nasional.

Posisi Indonesia di dunia dalam SDGs pada 2020 menempati rangking 101, pada 2019 Indonesia menempati rangking 102, sedangkan pada 2016 menempati rangking 98.

Menurutnya, jika melakukan pembangunan dengan arah SDGs desa, hasil dari pembangunan itu akan berkontribusi sangat signifikan terhadap pembangunan nasional. Kontribusi SDGs desa terhadap keberhasilan pembangunan berkelanjutan nasional mencapai 74 persen.

Hal itu mengacu pada aspek kewilayahan dan kewargaan. Aspek kewilayahan disebabkan 91 persen wilayah Indonesia adalah wilayah desa. Sedangkan aspek kewargaan disebabkan 43 persen penduduk Indonesia ada di desa.

Oleh karena itu, Kemendes PDTT sudah menyiapkan total 17 SDGs plus. Untuk diketahui, SDGs global dan nasional ada 17 poin. Tetapi khusus untuk desa, ia tambahkan 1 poin, menjadi 18. Tambahan satu poin tersebut adalah Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif.
___________________________
Sisa Dana Desa Digunakan untuk Program Padat Karya Tunai Desa

Kunjungan kerja Gus Menteri, berlanjut Sabtu, (12/9/2020), dengan mengambil tempat di di Gedung Pasiban, kompleks Gubernuran Bandar Lampung. Di hadapan sejumlah ASN Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi Provinsi Lampung, Gus menteri menghimbau, agar dana desa yang masih ada digunakan untuk program Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Menurutnya, jika sisa dana desa digunakan untuk PKTD maka ekonomi di desa bisa terus bergerak. Selain itu, PKTD juga diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran di desa.

Ia juga menjelaskan perbedaan PKTD dengan padat karya yang dikelola oleh Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan maupun yang dikelola oleh Kementerian lainnya.
Lebih lanjut dikatakan, PKTD dari dana desa merupakan kegiatan padat karya tunai yang murni dikelola oleh desa. Dalam PKTD ini, desa diberi keleluasaan dalam menentukan lokasi pekerjaan hingga penerimaan tenaga kerja.
Adapun kriteria keterlibatan warga desa dalam program PKTD, yakni pengangguran, keluarga miskin, dan warga marginal lainnya, termasuk juga perempuan kepala keluarga.
Selain itu, Gus Menteri juga berpesan, dalam pelaksanaan PKTD harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru yakni pakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau pakai hand sanitizer, serta jaga jarak.

Keterlibatan Perempuan dalam Pembangunan Desa

Sementara itu, saat kunjungan kerja lanjutan ke Desa Ulangan Jaya, sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, sekitar 49 kilometer arah barat dari bandar Lampung. Disana Gus Menteri menyinggung keterlibatan perempuan dalam perencanaan dan pembangunan desa dalam kaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) desa.
Perwujudan SDGs Desa akan lebih efektif dan efisien jika melibatkan perempuan seperti Goals 1 atau Desa Tanpa Kemiskinan. Untuk Goals 2 atau Desa Tanpa Kelaparan, jelas Gus Menteri, perempuan lebih peka terhadap kondisi lingkungan, sehingga lebih mudah mendeteksi warga yang masih kelaparan. Menurutnya, selain melakukan perencanaan pembangunan desa harus sesuai dengan problematika yang ada di desa itu sendiri, keterlibatan perempuan dalam perencanaan pembangunan adalah hal yang penting. Selain itu, menurut pengalaman Gus Menteri, jika yang mengelola keuangan adalah perempuan biasanya lebih detail dan aman dalam pertanggungjawaban.
Tidak hanya itu, Gus Menteri juga berharap kebijakan yang berpihak kepada perempuan pada proses dan perencanaan pembangunan untuk terus ditingkatkan lagi.

Team Kantor Berita Desa Melaporkan untuk TVDesa

Rilis:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *