Gowes Berbatik, yang Terbaik yang Terbatik

Dilihat: 8 views
Gowes Berbatik, yang Terbaik yang Terbatik
“Yang Terbaik Yang Terbatik” untuk membumikan batik khas bangsa Indonesia, sebagai satu rangkaian dari gerakan bangga buatan Indonesia oleh pemerintah, menjadi thema kampanye Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar berharap, dengan kampanye dan upaya lainnya masyarakat Indonesia semakin cinta dan terketuk hatinya untuk membeli batik yang diproduksi oleh para pelaku UMKM dari pada pakaian merk luar negeri. Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, disambut dengan menggelar acara olahraga bersepeda atau Gowes dengan jarak tempuh 9,4 KM itu diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai Kemendes PDTT. Menariknya, semua peserta mengenakan kaos bermotif batik termasuk masker dan atribut lainnya. “Kegiatan pagi hari ini dalam rangka menyongsong pelaksanaan Bangga Buatan Indonesia,” ungkap Menteri Abdul Halim Iskandar saat melepas peserta Gowes di kantornya, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (25/09/2020). Selain Gowes berbatik, mulai hari Jum’at 25 September 2020, semua pegawai Kemendes PDTT diwajibkan memakai batik selama sebulan penuh saat berkantor. Bahkan semua mobil dinas milik Kemendes PDTT dibranding batik dengan berbagai motif khas berbagai daerah di Indonesia. Termasuk pelataran parkir di Kemendes PDTT pun telah dihiasi dengan nuansa batik. “Dalam rangka untuk bangga buatan Indonesia, penguatan UMKM, supaya kemandirian ekonomi, kemandirian pangan dan kemandirian politik bangsa Indonesia semakin eksis dan diakui oleh dunia,” pungkasnya. Acara Gowes Berbalik ini tetap mengutamakan Protokol Kesehatan seperti penggunaan masker. Kantor Berita Desa, melaporkan untuk TVDesa
Sumber : Rilis Kemendes PDTT === KANTOR BERITA DESA
Rilis:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *